4 Fakta Peringatan Hari Pers Nasional: Sejarah dan Maknanya

Table of Contents

4 Fakta Peringatan Hari Pers Nasional


VGI.CO.ID - Indonesia merayakan Hari Pers Nasional (HPN) setiap tanggal 9 Februari sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap dedikasi para jurnalis. Perayaan tahunan ini ditetapkan bertepatan dengan hari ulang tahun organisasi profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Penetapan resmi agenda nasional ini tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto. Dokumen bersejarah tersebut disahkan pada tanggal 23 Januari 1985 untuk memperkokoh posisi pers dalam pembangunan bangsa.

Sejarah Bapak Pers Nasional dan Peran PWI

Sejarah Bapak Pers Nasional dan Peran PWI

Salah satu fakta penting dalam peringatan ini adalah penghormatan kepada Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo sebagai Bapak Pers Nasional. Tokoh kelahiran Blora tahun 1880 ini diakui atas jasanya sebagai perintis jurnalistik nasional di masa kolonial.

Beliau mendirikan surat kabar Medan Prijaji di Bandung pada tahun 1907 yang dikelola sepenuhnya oleh tenaga kerja pribumi. Media ini menjadi tonggak sejarah karena menjadi surat kabar pertama yang dimiliki dan dijalankan oleh bangsa Indonesia sendiri.

Ditetapkannya Hari Pers Nasional juga memiliki keterkaitan erat dengan peran wartawan sebagai aktivis dalam membangkitkan kesadaran nasional. Semangat inilah yang kemudian melahirkan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada masa awal kemerdekaan.

Kongres Padang dan Mekanisme Perayaan

Kongres Padang dan Mekanisme Perayaan

Gagasan mengenai hari peringatan khusus bagi insan pers pertama kali dibahas secara mendalam dalam Kongres PWI ke-28. Pertemuan besar tersebut berlangsung di Kota Padang pada tahun 1978 dan menghasilkan kesepakatan penting terkait kehadiran pers nasional.

Dalam kongres itu, para tokoh pers mencetuskan keinginan untuk memperingati peran strategis media dalam lingkup kehidupan bernegara. Butir hasil kongres tersebut menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk meresmikan HPN sekitar tujuh tahun kemudian.

Saat ini, Dewan Pers menetapkan bahwa peringatan Hari Pers Nasional dilaksanakan secara bergantian di setiap ibu kota provinsi. Sistem rotasi ini bertujuan untuk memeratakan semangat kebebasan pers dan mempererat hubungan jurnalis dengan pemerintah daerah.

Makna dan Harapan Pers Indonesia

Perayaan HPN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi atas independensi dan integritas profesi wartawan di era modern. Sinergi antara pemerintah dan pers diharapkan terus terjalin untuk menjamin distribusi informasi yang akurat bagi publik.

Melalui landasan hukum yang kuat, negara mengakui bahwa pers adalah pilar keempat demokrasi yang sangat vital bagi keberlanjutan bangsa. Selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan media yang terus berkarya demi kepentingan rakyat Indonesia.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan Hari Pers Nasional pertama kali ditetapkan?

Hari Pers Nasional secara resmi ditetapkan pada tanggal 23 Januari 1985 melalui Keputusan Presiden RI No. 5 Tahun 1985.

Siapa tokoh yang dikukuhkan sebagai Bapak Pers Nasional?

Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo dikukuhkan sebagai Bapak Pers Nasional karena jasanya mendirikan surat kabar pribumi pertama, Medan Prijaji.

Mengapa HPN diperingati setiap tanggal 9 Februari?

Tanggal 9 Februari dipilih karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Di mana usulan Hari Pers Nasional pertama kali dicetuskan?

Usulan tersebut dicetuskan dalam Kongres PWI ke-28 yang diselenggarakan di Kota Padang pada tahun 1978.

Posting Komentar