Rahasia Weton! Kalender November 2006 Pasaran Jawa Terlengkap Bikin Kaget.

Table of Contents

VGI.CO.ID - Kalender adalah alat fundamental dalam mengatur kehidupan kita, namun di Indonesia, khususnya di Jawa, kalender Masehi seringkali dipadukan dengan sistem penanggalan tradisional yang kaya makna, yaitu Pasaran Jawa. Pencarian akan "kalender November 2006 lengkap dengan pasaran Jawa" menunjukkan adanya kebutuhan mendalam untuk memahami korelasi antara kedua sistem ini pada periode tertentu. Kombinasi ini bukan sekadar informasi tanggal, melainkan jendela menuju pemahaman budaya, tradisi, dan bahkan perhitungan untuk acara-acara penting yang masih relevan hingga kini.

Mengapa Kalender November 2006 dengan Pasaran Jawa Penting?

Pentingnya kalender Masehi yang dilengkapi dengan Pasaran Jawa, bahkan untuk tahun yang sudah berlalu seperti 2006, terletak pada perannya sebagai penentu weton. Weton, gabungan hari dalam seminggu (Senin, Selasa, dst.) dengan lima hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon), adalah fondasi dari banyak kepercayaan dan perhitungan dalam kebudayaan Jawa. Weton kelahiran seseorang, misalnya, digunakan untuk memprediksi karakter, jodoh, rezeki, dan menentukan hari baik untuk berbagai upacara adat atau memulai usaha. Oleh karena itu, mengetahui detail kalender November 2006 dengan pasaran Jawa sangat berarti bagi mereka yang ingin menelusuri akar budaya, mencari hari lahir seseorang di bulan tersebut, atau bahkan untuk keperluan riset historis dan silsilah keluarga.

Setiap pasaran memiliki nilai neptu tersendiri, yang ketika digabungkan dengan nilai neptu hari Masehi, akan menghasilkan total neptu weton. Nilai neptu inilah yang seringkali menjadi dasar perhitungan primbon Jawa untuk menentukan kecocokan atau keberuntungan. Misalnya, jika ada peristiwa penting seperti pernikahan atau khitanan yang direncanakan pada November 2006, keluarga akan merujuk kalender ini untuk memilih tanggal yang dianggap paling baik dan membawa berkah. Dengan demikian, kalender ini bukan hanya deretan angka, melainkan panduan spiritual dan sosial yang membentuk keputusan-keputusan vital dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Detail Kalender November 2006 Lengkap dengan Pasaran Jawa

Bulan November 2006 memiliki total 30 hari, dan setiap harinya memiliki padanan Pasaran Jawa yang unik. Mari kita telusuri detailnya minggu demi minggu untuk memberikan gambaran yang komprehensif. Bulan ini diawali pada hari Rabu, 1 November 2006, yang jatuh pada pasaran Pon, sehingga wetonnya adalah Rebo Pon. Kemudian, secara berurutan tanggal 2 November adalah Kamis Wage, 3 November Jumat Kliwon, 4 November Sabtu Legi, dan 5 November Minggu Pahing. Minggu pertama November diakhiri dengan hari Senin Pon pada tanggal 6 November, dan Selasa Wage pada tanggal 7 November.

Memasuki minggu kedua, tepatnya pada hari Rabu, 8 November 2006, pasaran kembali bertemu dengan Kliwon, menjadikan wetonnya Rebo Kliwon. Pola perputaran pasaran Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon yang berulang setiap lima hari terus berlanjut. Tanggal 9 November adalah Kamis Legi, 10 November Jumat Pahing, 11 November Sabtu Pon, dan 12 November Minggu Wage. Pertengahan bulan ini ditandai dengan Senin Kliwon pada tanggal 13 November dan Selasa Legi pada tanggal 14 November.

Berlanjut ke minggu ketiga, Rabu, 15 November 2006, bertepatan dengan pasaran Pahing, atau Rebo Pahing. Kemudian diikuti oleh Kamis Pon pada tanggal 16 November, Jumat Wage pada tanggal 17 November, Sabtu Kliwon pada tanggal 18 November, dan Minggu Legi pada tanggal 19 November. Minggu ini berlanjut dengan Senin Pahing pada tanggal 20 November, dan Selasa Pon pada tanggal 21 November, yang juga merupakan tanggal di mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat itu melakukan kunjungan kenegaraan ke negara lain.

Minggu terakhir November 2006 dimulai dengan hari Rabu, 22 November, yang jatuh pada pasaran Wage, sehingga wetonnya adalah Rebo Wage. Tanggal 23 November adalah Kamis Kliwon, 24 November Jumat Legi, 25 November Sabtu Pahing, dan 26 November Minggu Pon. Bulan ini kemudian ditutup dengan hari Senin Wage pada tanggal 27 November, Selasa Kliwon pada tanggal 28 November, Rabu Legi pada tanggal 29 November, dan Kamis Pahing pada tanggal 30 November 2006. Dengan demikian, seluruh hari di bulan November 2006 terpetakan lengkap dengan padanan Pasaran Jawanya, memberikan gambaran yang jelas bagi mereka yang membutuhkan data tersebut.

Memahami Makna di Balik Pasaran Jawa dalam November 2006

Informasi detail mengenai Pasaran Jawa di bulan November 2006 lebih dari sekadar data kronologis; ia adalah peta menuju pemahaman budaya yang mendalam. Setiap weton, yang merupakan kombinasi hari Masehi dan Pasaran Jawa, memiliki makna tersendiri menurut primbon. Misalnya, seseorang yang lahir pada 1 November 2006 (Rebo Pon) dipercaya memiliki karakteristik tertentu yang berbeda dari mereka yang lahir pada 30 November 2006 (Kamis Pahing). Penelusuran ini memungkinkan individu untuk memahami lebih jauh tentang diri mereka sendiri atau orang-orang terdekat.

Selain weton kelahiran, kalender ini juga sangat relevan untuk menentukan hari baik atau buruk. Masyarakat Jawa tradisional masih sering berkonsultasi dengan orang yang memahami primbon untuk memilih tanggal penting. Misalnya, mencari hari dengan neptu tertentu yang dianggap membawa keberuntungan untuk memulai panen atau membuka usaha baru di tahun 2006. Bahkan, acara keagamaan atau selamatan pun seringkali disesuaikan dengan siklus Pasaran Jawa, memastikan bahwa setiap langkah kehidupan selaras dengan energi alam yang dipercaya.

Dengan demikian, kalender November 2006 lengkap dengan Pasaran Jawa berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, menjaga warisan budaya tetap hidup dan relevan. Ini bukan hanya tentang mengetahui tanggal, melainkan tentang menghargai kekayaan intelektual dan spiritual yang terkandung dalam sistem penanggalan leluhur. Informasi ini memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana waktu diukur dan dimaknai dalam konteks budaya Jawa yang unik dan adiluhung.

Posting Komentar