Krisis Alavés: Zona Degradasi dan Tantangan Bursa Transfer Sengit

Table of Contents

En el pozo y un panorama poco halagüeño - AS.com


VGI.CO.ID - Kekalahan telak Deportivo Alavés di markas Atlético Madrid, Metropolitano, semakin memperburuk posisi mereka di tabel klasemen La Liga. Situasi klub berjuluk babazorros ini kini benar-benar genting, terperosok ke zona degradasi dengan prospek yang sama sekali tidak menjanjikan.

Perjalanan Alavés dalam laga tersebut menunjukkan ketidakberdayaan mereka di hadapan tim sekelas Atleti, menyoroti kebutuhan mendesak akan perubahan signifikan jika ingin bertahan di kasta tertinggi.

Dominasi Atlético dan Momen-Momen Penyelamatan Gemilang

Paruh akhir babak pertama pertandingan di Metropolitano menjadi periode yang sangat brutal bagi Alavés, di mana mereka benar-benar berada di bawah tekanan tanpa henti. Kiper Pacheco harus bersusah payah menghalau tendangan Giuliano dengan punggungnya, sementara Otto melakukan penyelamatan krusial dari tembakan Julián yang mengarah ke tiang atas.

Drama belum berakhir, Víctor Parada juga harus menyelamatkan bola dari bawah mistar gawang di masa injury time, menunjukkan betapa Alavés nyaris kebobolan berkali-kali sebelum jeda. Namun, dominasi Atleti akhirnya membuahkan hasil di awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-47, ketika sundulan Sorloth berhasil memecah kebuntuan dan membuka keunggulan.

Meskipun tertinggal, tim asal Basque ini sempat menunjukkan sedikit perlawanan di menit-menit akhir pertandingan dengan dua sundulan dari Boyé dan beberapa upaya tembakan dari Abde serta Pacheco. Sayangnya, semua itu hanya "sedikit saja" dan tidak cukup untuk benar-benar mengancam gawang lawan atau mengubah jalannya pertandingan.

Anomali Taktis dan Terperosoknya Alavés ke Zona Degradasi

Di bawah asuhan Coudet, Alavés sebenarnya mampu bertahan dengan cukup rapi dan terorganisir, tetapi mereka nyaris tidak mampu mengancam gawang colchonera. Sepanjang paruh pertama, hanya ada satu tembakan dari Toni Martínez dan sebuah umpan bagus dari Vicente yang gagal disundul Guridi, yang menjadi satu-satunya catatan ofensif mereka.

Mereka membiarkan diri mereka didominasi oleh lawan dan gagal menerapkan "DNA" permainan mereka yang biasanya agresif mengambil inisiatif, meskipun menghadapi lawan sekelas Atlético Madrid memang bukan perkara mudah. Kini, babazorros telah resmi berada di zona degradasi, dan prospek mereka sama sekali tidak cerah, terutama karena pada hari Minggu mendatang mereka harus menjamu Real Betis yang sedang dalam performa apik.

Baca Juga: Prediksi Laga Sevilla vs Getafe: Duel Sengit di La Liga 2025

Tuntutan Peningkatan dan Tekanan Bursa Transfer Musim Dingin

Para pemain asal Vitoria ini tidak memiliki banyak ruang untuk bereaksi selama pertandingan, dan meskipun mereka perlahan-lahan mulai menguasai bola, mereka tetap tidak mampu mengancam gawang Jan Oblak. Dengan bursa transfer musim dingin yang masih terbuka, Alavés secara mutlak dituntut untuk melakukan perbaikan signifikan pada skuad yang ada saat ini.

Ironisnya, Direktur Olahraga klub, Sergio Fernández, sebelum pertandingan sempat berkomentar, “Kami harus meningkatkan performa para pemain yang kami miliki saat ini. Kami yakin mereka memiliki level yang cukup.” Namun, pernyataan tersebut kini dihadapkan pada realitas bahwa tim-tim rival juga memiliki "kartu as" mereka sendiri, menunjukkan kompleksitas persaingan di La Liga.

Strategi Perekrutan dan Dilema Pemain Kunci Alavés

Manajemen Alavés sudah memiliki gambaran jelas mengenai kebutuhan mereka di bursa transfer, yakni mencari seorang bek tengah, seorang gelandang serang sayap kiri, dan seorang penyerang. Namun, sebelum bisa merekrut pemain baru, klub harus lebih dulu melepas Mariano, Diarra, dan Maras yang tidak lagi masuk dalam rencana tim.

Langkah ini krusial untuk membebaskan beban gaji dan memungkinkan pergerakan di pasar transfer bagi klub Basque tersebut. Selain itu, ada kekhawatiran serius terkait minat dari klub lain terhadap beberapa pemain kunci yang dianggap sebagai "emblema Glorioso" (kebanggaan Alavés).

Antonio Blanco terus dipantau ketat oleh klub-klub di Italia, Birmingham City kembali menunjukkan minat pada Carlos Vicente, dan nama Sivera selalu dikaitkan dengan Valencia. Meskipun kemungkinan transfer Sivera tampaknya akan terjadi, hal itu diperkirakan baru akan aktif di musim panas, karena melemahkan tim saat ini dengan menjualnya akan menjadi "aksi bunuh diri" yang mempercepat Alavés menuju degradasi.

Masa Depan Alavés di Ujung Tanduk

Situasi Alavés saat ini berada di persimpangan jalan, membutuhkan keputusan cepat dan strategis untuk keluar dari jurang degradasi. Tidak hanya performa di lapangan yang harus membaik, tetapi juga kecerdasan dalam mengelola bursa transfer demi memperkuat tim tanpa mengorbankan pilar-pilar penting.

Menghadapi tantangan berat, Alavés harus menunjukkan semangat juang dan kebijakan transfer yang tepat untuk mengembalikan harapan bagi para penggemar setia mereka.



Ditulis oleh: Budi Santoso

Posting Komentar