Gen Z Usia Berapa? Panduan Lengkap Mengenal Generasi Paling Sat Set

Table of Contents

Gen Z usia berapa?


VGI.CO.ID - Pernah gak sih kamu lagi nongkrong terus dengar istilah 'dasar Gen Z' tapi bingung itu maksudnya siapa? Tenang saja, kamu gak sendirian karena pengelompokan generasi memang sering bikin garuk-garuk kepala.

Pertanyaan tentang Gen Z usia berapa sering banget muncul karena mereka sekarang lagi mendominasi media sosial. Yuk, kita kupas tuntas bareng-bareng biar kamu gak salah sebut lagi pas ketemu mereka.

Jadi, Gen Z Usia Berapa Sih Sebenarnya?

Menurut lembaga riset ternama Pew Research Center, Gen Z adalah mereka yang lahir antara tahun 1997 sampai 2012. Jadi, kalau kamu hitung di tahun 2024 ini, rentang usia mereka ada di angka 12 hingga 27 tahun.

Wah, ternyata rentangnya lumayan jauh ya, mulai dari anak SMP sampai yang sudah mulai meniti karier mapan. Kelompok ini sering disebut sebagai 'True Digital Natives' karena sejak lahir sudah kenal sama internet.

Versi Indonesia dari BPS

Di Indonesia sendiri, Badan Pusat Statistik (BPS) juga punya catatan yang mirip soal pengelompokan generasi ini. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, Gen Z mencakup mereka yang lahir pada kurun waktu yang sama dengan standar internasional.

Menariknya, jumlah Gen Z di Indonesia itu besar banget dan jadi salah satu porsi populasi paling dominan saat ini. Hal ini bikin suara mereka sangat didengar, mulai dari urusan belanja online sampai isu politik nasional.

Kenapa Sih Harus Tahu Rentang Usia Gen Z?

Mengetahui Gen Z usia berapa itu penting banget buat kita memahami perilaku dan cara mereka berkomunikasi. Tiap generasi punya latar belakang sejarah dan teknologi yang membentuk karakter unik di kepala mereka.

Misalnya, Gen Z gak pernah ngerasain gimana ribetnya pakai telepon kabel atau nunggu SMS dibalas pakai pulsa mahal. Mereka terbiasa dengan segalanya yang instan, cepat, dan tentu saja harus selalu terhubung secara digital.

Selain itu, memahami usia mereka membantu para pebisnis atau pemberi kerja buat menyesuaikan strategi pendekatan. Kamu gak bisa pakai gaya komunikasi kaku ala tahun 90-an kalau target audiens kamu adalah anak-anak Gen Z.

Ciri Khas Gen Z yang Bikin Mereka Beda

Salah satu hal yang paling menonjol dari Gen Z adalah kefasihan mereka dalam menggunakan teknologi terbaru tanpa perlu belajar lama. Bagi mereka, smartphone itu sudah kayak perpanjangan tangan yang gak bisa lepas meski cuma sebentar.

Mereka juga sangat peduli dengan isu-isu sosial dan lingkungan hidup yang terjadi di belahan dunia mana pun. Jangan kaget kalau lihat anak muda sekarang vokal banget soal perubahan iklim atau hak-hak kesetaraan di media sosial.

Bukan cuma soal gadget, Gen Z juga dikenal sebagai generasi yang sangat memprioritaskan kesehatan mental atau mental health. Istilah-istilah seperti self-healing, burnout, sampai boundaries sudah jadi obrolan sehari-hari yang sangat lazim buat mereka.

Gen Z vs Milenial: Biar Gak Ketuker!

Banyak orang masih sering ketuker antara Milenial dan Gen Z, padahal perbedaannya cukup terasa kalau kita perhatikan. Milenial lahir antara 1981-1996, jadi mereka sempat ngerasain dunia sebelum ada internet secanggih sekarang.

Kalau Milenial mungkin masih ingat rasanya dengerin lagu pakai kaset atau CD, Gen Z sudah langsung main di Spotify. Milenial cenderung lebih idealis soal pekerjaan, sedangkan Gen Z lebih pragmatis dan mencari keseimbangan hidup yang nyata.

Dalam urusan gaya berpakaian pun beda, Gen Z lebih suka gaya yang nyaman dan oversized ketimbang baju ketat. Mereka punya istilah 'Gen Z shake' atau cara mereka merekam video yang khas banget dan beda dari gaya Milenial.

Kehidupan Karier Gen Z di Dunia Kerja

Sekarang banyak banget Gen Z yang sudah masuk ke dunia kerja profesional dan membawa warna baru di kantor. Mereka gak cuma cari gaji besar, tapi juga peduli banget sama kultur perusahaan yang sehat dan inklusif.

Fleksibilitas adalah kunci utama buat mereka, itulah kenapa sistem kerja WFH atau hybrid sangat populer di kalangan Gen Z. Mereka sangat menghargai perusahaan yang memberikan ruang untuk kreativitas dan tidak terlalu banyak aturan birokrasi kaku.

Tapi jangan salah, mereka juga sangat ambisius dalam hal side hustle atau pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan. Banyak dari mereka yang punya toko online atau jadi konten kreator sambil tetap kerja kantoran secara rutin.

Bahasa Gaul Gen Z yang Perlu Kamu Pahami

Kalau kamu sering dengar kata 'Red Flag', 'Ghosting', atau 'Sat Set', itu adalah beberapa contoh kamus gaul ala Gen Z. Bahasa mereka cenderung cepat, banyak singkatan, dan seringkali mengambil istilah dari bahasa Inggris yang diserap secara kreatif.

Memahami bahasa ini penting biar kamu gak kelihatan 'clueless' pas lagi ngobrol sama teman-teman yang usianya lebih muda. Meskipun kadang terdengar aneh, istilah-istilah ini sebenarnya sangat efektif buat menggambarkan perasaan atau situasi tertentu dengan singkat.

Jangan lupa juga soal emoji, karena Gen Z punya cara sendiri dalam memaknai simbol-simbol kecil di layar ponsel itu. Misalnya, emoji menangis sering dipakai bukan karena sedih, tapi justru karena melihat sesuatu yang lucu banget atau gemas.

Tantangan yang Dihadapi Gen Z Saat Ini

Walaupun terlihat asik dengan gadgetnya, Gen Z sebenarnya menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat dibanding generasi sebelumnya. Harga properti yang selangit dan persaingan kerja yang makin ketat bikin mereka sering merasa cemas akan masa depan.

Media sosial juga jadi pedang bermata dua yang bisa memicu rasa iri atau FOMO (Fear Of Missing Out). Melihat kesuksesan orang lain setiap hari di Instagram kadang bikin mereka merasa tertinggal meski sebenarnya sudah berjuang keras.

Tekanan untuk selalu terlihat 'aesthetic' dan sempurna di internet juga bisa berdampak buruk pada rasa percaya diri mereka. Makanya, gak heran kalau gerakan 'body positivity' dan kejujuran di media sosial sangat didukung oleh generasi ini.

Pola Konsumsi dan Cara Gen Z Belanja

Dalam hal belanja, Gen Z sangat teliti dan biasanya akan riset habis-habisan lewat review di TikTok atau Twitter. Mereka gak gampang percaya sama iklan televisi konvensional dan lebih suka rekomendasi dari orang biasa yang jujur.

Mereka juga sangat menghargai brand yang punya nilai sosial dan berani mengambil sikap terhadap isu-isu penting. Brand yang cuma jualan tanpa ada 'soul' atau kepedulian lingkungan biasanya bakal cepat ditinggalkan oleh para Gen Z.

Sistem pembayaran digital seperti QRIS atau Paylater juga jadi favorit mereka karena kepraktisannya yang luar biasa. Dompet fisik mungkin sudah mulai jarang dibawa karena semuanya sudah tersimpan rapi di dalam smartphone kesayangan mereka.

Masa Depan Indonesia di Tangan Gen Z

Dengan jumlah populasi yang sangat besar, Gen Z memegang kunci penting bagi kemajuan ekonomi dan inovasi di Indonesia. Kreativitas mereka dalam menciptakan startup dan konten digital sudah terbukti membawa perubahan besar dalam industri kreatif kita.

Dukungan pendidikan yang tepat dan akses internet merata akan sangat membantu mereka mengeluarkan potensi terbaiknya secara maksimal. Kita harus optimis bahwa keberanian mereka dalam mendobrak tradisi lama akan membawa perubahan positif bagi bangsa.

Jadi, sekarang kamu sudah paham kan Gen Z usia berapa dan gimana menariknya dunia yang mereka tinggali? Yuk, kita saling menghargai antar generasi supaya bisa terus kolaborasi dan maju bareng-bareng di masa depan.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Gen Z lahir tahun berapa sampai tahun berapa?

Menurut Pew Research Center, Gen Z lahir antara tahun 1997 sampai dengan tahun 2012.

Berapa umur Gen Z tertua di tahun 2024?

Di tahun 2024, anggota tertua dari Gen Z akan berusia sekitar 27 tahun.

Apa bedanya Gen Z dengan Milenial?

Milenial (lahir 1981-1996) mengalami masa transisi ke digital, sedangkan Gen Z lahir saat teknologi digital dan internet sudah sangat maju.

Siapa generasi setelah Gen Z?

Generasi setelah Gen Z disebut sebagai Generasi Alpha, yaitu mereka yang lahir mulai awal tahun 2010-an hingga pertengahan 2020-an.

Kenapa Gen Z disebut generasi sat set?

Istilah 'sat set' menggambarkan kecepatan dan ketangkasan mereka dalam bertindak serta menggunakan teknologi digital secara instan.



Ditulis oleh: Budi Santoso

Posting Komentar