Universitas Paramadina Cipayung Diresmikan: Merajut Kebersamaan dan Cita-Cita

Table of Contents

Kampus Paramadina Cipayung Diresmikan, Harmoni dalam Merajut Kebersamaan


Universitas Paramadina, sebuah institusi pendidikan yang sarat akan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman, baru saja meresmikan kampus barunya yang megah di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Peresmian ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga momentum penting untuk melanjutkan cita-cita luhur Nurcholish Madjid (Cak Nur), sang pendiri, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kampus baru ini diharapkan menjadi pusat intelektual dan peradaban, tempat lahirnya generasi penerus yang berintegritas dan berwawasan luas.

Acara peresmian yang berlangsung pada Rabu, 27 Agustus 2025, dihadiri oleh berbagai tokoh penting, mulai dari pejabat negara hingga para tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan terhadap eksistensi dan perkembangan Universitas Paramadina. Kampus baru ini memiliki konsep "Green Campus", yang dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, asri, dan berkelanjutan.

Idealisme Cak Nur: Fondasi Utama Paramadina

Idealisme yang ditanamkan oleh Cak Nur sejak awal pendirian Universitas Paramadina menjadi landasan utama bagi perkembangan institusi pendidikan ini. Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Paramadina, menyampaikan bahwa Universitas Paramadina harus senantiasa menjaga intelektualitas dan kecendekiawanan. Beliau menekankan pentingnya nilai-nilai inklusivitas, di mana Universitas Paramadina harus mampu diterima oleh semua kalangan. Inklusivitas adalah kunci untuk membangun masyarakat yang harmonis dan toleran.

Pesan Cak Nur tentang keislaman yang moderat dan terbuka, keindonesiaan yang cinta tanah air, serta kemodernan yang adaptif terhadap perubahan zaman, terus menjadi pedoman bagi seluruh sivitas akademika. Pemikiran-pemikiran Cak Nur telah menginspirasi banyak orang dan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan peradaban bangsa. Menurut pandangan para ahli, pendidikan berbasis nilai-nilai luhur dapat membentuk karakter individu yang kuat dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Kampus Hijau: Simbol Keberlanjutan dan Inovasi

Kampus baru Universitas Paramadina berdiri di atas lahan seluas 22.000 m2, dengan konsep Green Campus yang mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan. Kampus ini dirancang dengan arsitektur modern dan tropis-minimalis, yang memadukan keindahan alam dengan fasilitas pendidikan yang canggih. Dengan daya tampung mencapai 10.000 mahasiswa, kampus ini dilengkapi dengan tiga gedung utama yang representatif, yaitu Gedung Nurcholish Madjid (8 lantai), Gedung TP. Rachmat (3 lantai), dan Gedung H.M. Jusuf Kalla (3 lantai).

Konsep Green Campus ini mencerminkan komitmen Universitas Paramadina terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur hijau ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar dan menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya. Adopsi konsep serupa dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh pemerintah.

Dukungan Tokoh dan Donor: Investasi untuk Masa Depan

Pembangunan kampus baru Universitas Paramadina mendapatkan dukungan penuh dari berbagai tokoh dan donor, yang menunjukkan komitmen kuat terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Prof. Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), melalui sambutan video daring, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas peresmian kampus baru ini. Ia juga berharap kampus ini dapat menjadi pusat lahirnya pemikiran kritis, inovasi, dan karya nyata bagi kemajuan masyarakat.

Para donor dan dermawan yang hadir, seperti Victor Hartono (Presdir Djarum Group), Prijono Sugiarto (Preskom Astra Group), dan perwakilan dari Triputra Group, Sinar Mas Group, serta GO-TO, turut memberikan kontribusi yang signifikan dalam mewujudkan pembangunan kampus ini. Dukungan dari berbagai pihak ini mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan sebagai investasi untuk masa depan bangsa. Investasi di sektor pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Memori dan Penghargaan: Mengenang Jasa Para Tokoh

Acara peresmian ini juga menjadi momen untuk mengenang jasa para tokoh yang telah berjasa dalam pembangunan Universitas Paramadina. Auditorium yang digunakan dalam acara peresmian diberi nama Aula Firmanzah, sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Prof. Firmanzah, mantan Rektor Universitas Paramadina yang sangat berdedikasi. Hadir dalam acara tersebut Istri almarhum Ibu Nana, Ibu mertua dan anak semata wayangnya.

Selain itu, Gedung Perpustakaan diberi nama Perpustakaan Utomo Dananjaya (Mas Tom), sahabat dekat Cak Nur yang telah berjuang bersama dalam membangun Universitas Paramadina. Pemberian nama ini adalah wujud penghargaan atas dedikasi dan perjuangan Mas Tom. Penghargaan terhadap para tokoh pendiri ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan berjuang demi kemajuan bangsa.

Merajut Kebersamaan: Semangat yang Terus Berkembang

Peresmian Kampus Universitas Paramadina di Cipayung adalah bukti nyata dari semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus membangun peradaban. Dengan fasilitas yang modern dan lingkungan yang kondusif, kampus ini diharapkan dapat mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter. Universitas Paramadina akan terus berupaya menjadi pelopor dalam pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Semangat yang dibangun oleh Cak Nur, Jusuf Kalla, dan seluruh tokoh serta donor yang terlibat, diharapkan terus membara dan menginspirasi. Universitas Paramadina berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan merajut kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Posting Komentar