Puan Maharani: Digitalisasi Pendidikan & Kesejahteraan Guru Kunci Sukses

Table of Contents

Ketua DPR Puan Maharani: Transformasi Pendidikan Digital Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Guru


Jakarta, menjadi saksi bisu akan komitmen Ketua DPR, Puan Maharani, terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Beliau menekankan pentingnya menyeimbangkan transformasi digital dengan peningkatan kesejahteraan para pendidik. Pernyataan ini disampaikan secara resmi di Jakarta pada Rabu, 27 Agustus 2025, menyusul dukungan DPR terhadap program digitalisasi pendidikan yang dicanangkan pemerintah.

Digitalisasi pendidikan, yang diwujudkan melalui penyaluran perangkat teknologi seperti smart TV dan Interactive Flat Panel (IFP), memang mendapat sambutan positif. Namun, Puan Maharani menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan dan kesejahteraan guru di lapangan. Beliau dengan lugas menggarisbawahi betapa krusialnya peran guru dalam implementasi teknologi pendidikan.

Guru: Pilar Utama dalam Era Digital

Puan Maharani menekankan bahwa guru adalah faktor sentral dalam proses pendidikan, dan karenanya, kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas utama. Guru yang sejahtera akan lebih termotivasi dan siap beradaptasi dengan perubahan, termasuk dalam penggunaan teknologi pendidikan. Beliau menyoroti bahwa peningkatan kualitas hidup guru akan secara langsung berkontribusi pada efektivitas pembelajaran.

Dalam pandangannya, masih banyak guru yang menghadapi tantangan serius, mulai dari ketimpangan penghasilan hingga keterbatasan akses terhadap pelatihan teknologi yang memadai. Kondisi ini perlu segera diatasi agar transformasi digital pendidikan dapat berjalan optimal. Puan juga mengingatkan bahwa pendidikan digital bukan semata-mata tentang penyediaan perangkat, tetapi juga kesiapan para pendidik.

Prioritaskan Kesejahteraan Guru

Untuk itu, Puan mendorong agar kebijakan digitalisasi pendidikan juga mencakup pelatihan intensif dan insentif khusus bagi guru. Pelatihan yang komprehensif akan membekali guru dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan teknologi secara efektif. Insentif, di sisi lain, akan memberikan motivasi tambahan dan pengakuan atas peran krusial mereka.

"Kebijakan penghasilan layak bagi guru, termasuk guru honorer di daerah, juga perlu diperhatikan," tegas Puan, yang juga merupakan cucu dari Proklamator RI, Bung Karno. Kesejahteraan yang memadai akan memungkinkan guru fokus pada tugas utama mereka, yaitu mencerdaskan anak bangsa, tanpa harus terbebani oleh masalah finansial.

DPR Kawal Transformasi Pendidikan

Puan Maharani juga memastikan bahwa DPR RI akan terus mengawal pelaksanaan transformasi pendidikan. Pengawalan ini bertujuan agar kebijakan yang ada tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi para pelaku pendidikan di lapangan. DPR berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program digitalisasi.

"DPR RI akan terus mengawal kebijakan transformasi pendidikan agar pelaksanaannya tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan dan dampaknya terhadap para pelaku pendidikan di lapangan," pungkas Puan. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, untuk menyalurkan 288 ribu smart TV ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Fokus pada Dampak Nyata

Penyediaan perangkat teknologi hanyalah satu aspek dari transformasi pendidikan digital. Pemerintah juga mengupayakan penyediaan perangkat media lain seperti IFP, laptop, dan media penyimpanan konten pembelajaran (external HDD). Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Namun, tanpa dukungan penuh terhadap kesejahteraan dan kesiapan guru, potensi dampak positif dari digitalisasi pendidikan akan sulit tercapai secara maksimal.

Hingga Agustus 2025, pengiriman perangkat untuk tahap pertama telah dilakukan, menyasar 288.865 sekolah di seluruh Indonesia. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan dan kesejahteraan para guru. Puan Maharani mengingatkan bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan transformasi kesejahteraan guru. Pendekatan holistik ini akan memastikan bahwa investasi dalam teknologi pendidikan memberikan hasil yang optimal bagi siswa dan kemajuan pendidikan nasional secara keseluruhan.

Sebagai contoh, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal pendidikan terkemuka menunjukkan bahwa guru yang memiliki akses terhadap pelatihan teknologi yang memadai dan merasa sejahtera cenderung lebih efektif dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran guru dalam proses digitalisasi pendidikan.

Posting Komentar