Mendagri Tito 'Tampar' Bupati Bombana Soal Jam Rolex: Empati & Hidup Sederhana!

Table of Contents

Viral Bupati Bombana Diduga Pakai Jam Rolex, Mendagri Beri Pesan Menohok Ini


Isu sensitif seputar gaya hidup pejabat publik kembali menjadi sorotan, kali ini melibatkan Bupati Bombana, Burhanudin. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, memberikan respons tegas terkait hal ini, menekankan pentingnya empati dan kesederhanaan bagi pejabat publik di tengah dinamika sosial masyarakat.

Komentar Mendagri ini muncul sebagai tanggapan atas beredarnya foto Bupati Bombana yang diduga mengenakan jam tangan mewah merek Rolex. Peristiwa ini memicu perdebatan di media sosial dan menjadi perhatian publik, memunculkan pertanyaan tentang etika dan citra pejabat publik.

Kronologi: Bupati Bombana dan Dugaan Penggunaan Jam Rolex

Kontroversi bermula ketika foto Bupati Bombana, Burhanudin, yang mengenakan jam tangan diduga Rolex, tersebar luas di media sosial. Foto tersebut, yang diunggah oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bombana, diambil saat acara pengukuhan Paskibraka di awal Agustus 2025.

Melihat hal ini, publik mulai berspekulasi mengenai harga dan keaslian jam tangan tersebut, memicu reaksi beragam. Dugaan awal mengarah pada penggunaan jam tangan mewah, yang dinilai kurang sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Tanggapan Mendagri Tito Karnavian

Menanggapi viralnya isu ini, Mendagri Tito Karnavian memberikan pernyataan yang cukup menohok. Beliau menegaskan bahwa pejabat publik seharusnya mengedepankan sikap empati terhadap masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja Mendagri di Kota Kendari pada Rabu, 27 Agustus 2025. Beliau menekankan bahwa sikap dan perilaku pejabat publik akan sangat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap pemerintah.

Penjelasan Bupati Bombana: Jam Tangan Imitasi

Menanggapi tudingan tersebut, Bupati Bombana Burhanudin memberikan klarifikasi. Ia membantah menggunakan jam tangan Rolex asli, dan menjelaskan bahwa jam tangan yang dikenakannya hanyalah jam tangan imitasi.

Burhanudin menyebutkan jam tangan yang dipakainya dibeli dengan harga Rp1,9 juta. Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak mampu membeli jam tangan mewah asli, sehingga memilih alternatif yang lebih terjangkau.

Pembelian di Mangga Dua Jakarta

Lebih lanjut, Burhanudin mengungkapkan bahwa jam tangan tersebut dibeli di kawasan Mangga Dua, Jakarta. Ia menjelaskan bahwa di Mangga Dua, tersedia berbagai jenis jam tangan, mulai dari yang imitasi hingga yang asli.

Mantan Kepala Dinas ESDM Sulawesi Tenggara ini mengakui keinginannya untuk menggunakan barang mewah, namun keterbatasan finansial membuatnya memilih jam tangan KW sebagai alternatif. Ini mencerminkan realita bahwa keinginan dan kemampuan finansial kadang kala tidak selaras.

Pesan Mendagri: Pentingnya Hidup Sederhana dan Empati

Mendagri Tito Karnavian mengingatkan bahwa pejabat publik harus menjadi contoh dalam hal kesederhanaan. Menurutnya, gaya hidup yang sederhana akan meningkatkan simpati publik dan kepercayaan terhadap pemerintah.

“Janganlah, sebagai pejabat publik kita harus bersikap empati pada masyarakat,” ujar Tito, mengutip kutipan langsung dari kunjungannya. Beliau menambahkan bahwa jika publik kehilangan simpati, kebijakan apapun yang dikeluarkan akan mendapat tanggapan negatif, yang berpotensi merusak kepercayaan publik.

Implikasi Terhadap Kepercayaan Publik

Kehilangan kepercayaan publik dapat berakibat fatal bagi seorang pemimpin. Kebijakan-kebijakan yang dibuat akan sulit diterima dan bahkan dapat memicu penolakan. Oleh karena itu, Mendagri menekankan pentingnya menjaga citra yang baik di mata masyarakat.

Menurut pandangan beberapa ahli, seperti yang termuat dalam jurnal tentang perilaku politik, gaya hidup pejabat publik sangat memengaruhi persepsi masyarakat. Pola konsumsi yang mencolok dapat menimbulkan kecurigaan dan merusak kepercayaan publik, yang pada gilirannya menghambat efektivitas pemerintahan.

Kesimpulan: Menjaga Etika dan Kepercayaan Publik

Kasus Bupati Bombana ini menjadi pengingat penting bagi para pejabat publik tentang pentingnya menjaga etika dan citra di mata masyarakat. Sikap empati, kesederhanaan, dan transparansi adalah kunci untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan publik.

Mendagri Tito Karnavian telah memberikan pesan yang jelas, bahwa perilaku pejabat publik akan terus menjadi perhatian masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi para pemimpin untuk selalu berhati-hati dalam setiap tindakan dan menjaga integritas, demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan dipercaya.

Posting Komentar