Golkar Tegaskan Dukungan Prabowo 2029: Jika Baik, Kami Lanjut!

Table of Contents

Soal Dukungan 2029, Bahlil: Golkar Lanjut Dukung Prabowo Kalau Baik dan Tak Ada Halangan


Partai Golkar, melalui Ketua Umumnya, Bahlil Lahadalia, kembali menegaskan komitmen mereka untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam periode 2024-2029. Pernyataan ini disampaikan langsung di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 27 Agustus 2025, mengindikasikan kesinambungan dukungan politik yang signifikan.

Bahlil menjelaskan bahwa keputusan ini telah ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar, forum pengambilan keputusan tertinggi di partai. Keputusan tersebut mengukuhkan dukungan terhadap Prabowo dan Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden, sebuah langkah yang mencerminkan stabilitas politik.

Kriteria Dukungan: Kebaikan dan Tanpa Hambatan

Penegasan dukungan ini disertai dengan sebuah catatan penting. Golkar akan terus mendukung Prabowo Subianto jika pemerintahan berjalan dengan baik dan tidak ada halangan yang berarti. Bahlil menggarisbawahi bahwa dukungan tersebut akan dievaluasi secara berkala, dengan mempertimbangkan berbagai aspek kinerja pemerintahan.

"Kami meyakini bahwa kalau semuanya itu baik dan tidak ada yang bisa menghalangi untuk menjalankan kebaikan," ujar Bahlil, menandakan bahwa Golkar akan terus memantau jalannya pemerintahan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Partai Golkar mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Pertemuan dengan Prabowo: Membahas Sistem Politik Ideal

Rombongan elit Partai Golkar, yang dipimpin oleh Bahlil, melakukan pertemuan intensif dengan Presiden Prabowo di Istana Negara. Pertemuan yang berlangsung selama sekitar 3 jam itu membahas berbagai isu strategis, termasuk sistem politik ideal yang akan diterapkan di masa depan.

Dalam diskusi yang konstruktif, Bahlil menyampaikan bahwa partai berdiskusi tentang perkembangan terkini, khususnya program-program prioritas Presiden. Diskusi meliputi penegakan Pasal 33 tentang pengelolaan sumber daya alam, program makanan bergizi, Koperasi Merah Putih, dan sekolah rakyat. Pertemuan itu juga menyinggung tentang bagaimana sistem politik yang ideal kedepannya, mempertimbangkan dinamika geopolitik.

Peran Golkar: Mewujudkan Cita-Cita Proklamasi

Bahlil menekankan bahwa Partai Golkar memiliki visi yang kuat untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, menjalankan Pancasila, dan mengamalkan Undang-Undang Dasar 1945. Golkar berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa, tanpa memandang perbedaan golongan atau latar belakang.

"Kita tidak pernah mempersoalkan golongan atau siapapun. Yang penting adalah kita bisa bersama-sama," jelasnya, menyoroti semangat persatuan dan kesatuan yang menjadi landasan perjuangan Golkar. Pandangan ini sejalan dengan nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam ideologi Pancasila.

Agenda Pertemuan: Koalisi dan Program Presiden

Diskusi antara Golkar dan Prabowo tidak hanya berfokus pada isu-isu terkini, tetapi juga membahas tentang koalisi pemerintahan ke depan. Hal ini menunjukkan adanya perencanaan strategis jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan program-program pembangunan.

Bahlil menggarisbawahi pentingnya mewujudkan program-program Presiden dalam kerangka "asta cita", yang mencerminkan visi dan misi pemerintahan. Pembahasan ini menunjukkan adanya sinergi antara Golkar dan pemerintahan dalam mencapai tujuan-tujuan strategis negara.

Tokoh-tokoh Penting dalam Pertemuan

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari Partai Golkar, termasuk Sekjen Sarmuji, Waketum Adies Kadir, Ahmad Doli Kurnia, Ace Hasan Syadzily, Meutya Hafid, Melkides Laka Lena, Idrus Marham, dan Wihaji. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas dan dukungan penuh dari jajaran pengurus partai.

Selain itu, hadir pula pengurus lainnya seperti Agus Gumiwang Kertasasmita, Dyah Roro Esty, Hetifah Sjaifudian, Puteri Komarudin, hingga Christina Aryani. Kehadiran mereka mencerminkan keberagaman dan representasi yang luas dari Partai Golkar.

Sebagai informasi tambahan, H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, mantan perwira TNI Angkatan Darat dan presiden ke-8 RI. Bahlil Lahadalia adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kabinet Indonesia Maju era Joko Widodo Ma'ruf Amin. Informasi ini dapat menjadi rujukan bagi pembaca untuk memahami rekam jejak tokoh-tokoh tersebut dalam konteks politik dan pemerintahan.

Posting Komentar